Menghutan

   Betapa kecanggihan masa kini terlalu cepat ditelan menjadi momok indah bernama manja. Ditambah kelumrahan yang belum tentu benar. Mungkin itu pembodohan massal demi pencitraan–termasuk mempercantik data. Tekanan berbagai lingkup membuat siswa tak berdaya: minimal segini, targetnya segitu, dibandingin sama si anu–dari sini istilah menghalalkan segala cara berlaku. Mencontek.    Sebab, kebanyakan memuja penampilan tanpa…

Melebur

Merajut ikatan denganmu adalah magical terhebat yang pernah kujumpa Ledakan perasaan tak kuasa tertahan Membayangkannya saja sudah gemetar Seolah gemas, tak percaya–bersinggungan bersamamu suatu hidangan terapik semesta Tapi tolong, jangan membuatku lupa daratan Hingga kehilangan tempat tinggal Kau ada untuk melengkapi jiwa, dan mempercantik dunia. Namun, kadang, ada yang lupa ia terlalu mengangkasa Hingga tak…

Jeda

Urutan waktu tak pernah mencatat singgahmu Berpadu di gelak malam maupun sunyi kala mendung datang Kau meniti hidup Sedangkan aku menunggu usainya kesanggupanmu Untuk hadir di tepi kebersamaan Dan tak melulu sibuk dengan sistematis wacana masa depan Istirahatlah.. seakan menuntun awan yang ikhlas ketika gilirannya meluruhkan badan Ia melepas beban Lalu menguap, bangkit, menjadi awan…

Sarang Tak Diharapkan

Entah sampai kapan sarang ketakutan terus bersemayam Ia bertanya Tapi menutup telinga Ia mencari Namun tak juga membuka mata Betapa tlah sekian usaha menjawab kebimbangan Bahkan ilusi yang terbukti tak ikut andil dalam cerita Nyatanya sarang itu masih disana Tidak bertambah besar, atau mengerdil Ia ada Untuk berjaga-jaga Tapi jangan sampai keberadaannya menyurutkan langkah kita

Mangkuk Kosong

Mari jelajahi kehampaan Ruang lengang dengan tatapan ngeri menghujam Semua memilih menepi ketimbang terusik rasa sepi Rasa yang digadang-gadang membuat mimpi tak lagi membara Rasa yang membuat orang kecewa tanpa tahu musababnya Menelusuri lebih jauh.. Tempat gelisah tak pernah ada, namun ia bak berubah wujud menjadi udara Semakin kau hirup, hati kian menyusut Tak ada…

Eksistensi

    Sebagaimana manusia ingin dianggap ‘ada’     Bukan sekadar pengakuan kartu nama saja     Tapi ia dibutuhkan. Bukan sebagai pelengkap, namun keharusan.     Seolah sistem tata surya terhenti bila dia mati. Atau, bunga matahari layu kala tak ada yang menyinarinya lagi. Tunggu dulu, ini upaya ‘mengada-kan’ diri atau justru wujud egoisme…

Apa yang Dia Cari?

Kali ini tertikam sepi Hal yang dulu membinarkan mata tak lagi membara Bak elang ganas kebosanan, kini terbang tinggi tanpa arah demi menemukan tujuan Sebuah perjumpaan momentum, siapa tahu membawanya pada jalan yang senantiasa ramai Penuh ingar bingar Banyak kemungkinan, penawaran, hingga menghitamkan hati Apa yang sebenarnya ia cari? Barangkali ruang sunyi menariknya lebih berpikir,…

Biarkan Sajo

   Akhir-akhir ini ketidaknyamanan menjamah. Saya berpikir dari beberapa faktor, dan “lingkungan” langsung muncul sebagai kandidat pertama.     Saya akui, itu penyebabnya. Seperti pola yang dari dulu selalu ada. Mulai SD sampai sekarang–‘penkotak-kotakan’ itu menggelikan. Terlihat wajar, saya pun mengalaminya, tapi bukan berarti kotak tersebut tak bisa dibuka laksana pagar yang membiarkan tuannya keluar…

Perlu Ruang

Dimana kita bisa men-charge energi? Hati lelah, otak mau pecah, apa yang bisa jadi obat meski sementara? Sadar atau tidak, kita diapit segala situasi yang segera membutuhkan solusi Tapi, bagaimana mau mengambil langkah kalau berpikir saja susah? Istirahat itu perlu Apapun bentuknya Yang penting ada celah untuk mengambil napas, lalu bersiap kembali ke medan perang…

Sosok Tak Terduga

Ini terjadi satu tahun lalu, namun masih saya ingat sampai detik ini.    Seperti biasa, pukul setengah tiga sore baru saya pulang sekolah. Setelah naik angkot, saya masih harus jalan–dengan jarak cukup jauh untuk ke rumah. Ada angkot memang, tapi untuk menjumpainya sekali saja, itu perlu pengorbanan waktu. Maklumlah, kawasan Dieng rada sepi memang untuk…

Untuk Malam yang Damai

Kali ini saya ingin berbagi cerita saja. Gak usah njelimet-njelimet. Kalian bisa membaca ini sambil selonjoran, sesekali buka chat, kalau perlu dengan tiduran di temani putaran lagu radio. Kurang mantap apa coba. Cerita ini berlatar di dapur. Tempat nangkringnya pisau, kompor, sawi, bawang, piring, dan lainnya. Dapur ini amat sempit. Sehingga percakapan antar penghuni dapur…

#Pikiranlama

 Dalam dunia fana semua berlomba Siapa pangkat tertinggi, siapa yang tinggal gigit jari  Tutup muka bila jadi yang terbawah Padahal semua sudah sesuai porsinya  Kalah menang biasa, namun manusia pantang mundur sebelum tersungkur Tentu wajar dan bagus, berjuang demi kebaikan nan nasib mulus Tapi, bagaimana jika niat suci itu ternodai? Celah kotor terbuka Pikiran jelalatan…